Jumat, 28 September 2012

Ya Latiif..:(



Ya Allah, ya Tuhanku Yang Maha Melapangkan,..
Ingin rasanya aku menyerah,
melepaskan ini semua dan
membiarkan diriku hilang
dalam ketidak-pedulian.

Tapi aku tak mungkin ikhlas
membiarkan jiwa baikku ini rusak.
Sebetulnya aku hanya letih
dan sedikit merasa tak disayangi

Tapi aku tahu,
Engkau mencintaiku.

ya Allah, ya Tuhanku,
lapangkahlah dadaku,
teduhkanlah wajahku,
dan tinggikanlah derajatku

“ya Allah, Wahai Tuhanku Yang Maha Lembut,

Aku tahu Engkau tak perlu kuingatkan,
tapi untuk kedamaian hatiku,
ijinkanlah aku mengingatkan-Mu,
…aku ini hanya berharap kepada-Mu.

Aku mohon agar engkau menjauhkanku
dari gurauan kehidupan,
yang mempermainkanku
antara harapan dan kekecewaan.

Perlakukanlah aku dengan lembut
dan penuh kasih, damaikanlah hatiku,
bahagiakanlah keluargaku,
dan sejahterakanlah hidupku. dan buatlah tersenyum semua sahabat-sahabatku..:)

So Sweet :)

"Mengapa wanita tercipta dari tulang rusuk pria..bukan dari tulang kepala karena wanita bukan untuk memimpin pria,bukan dari tulang kaki karena wanita bukan alas kaki pria & diinjak.Tapi ia tercipta dari tulang rusuk pria karena dekat dengan hati,agar wanita menjadi pendamping,penjaga hati,untuk dilindungi & disayangi.Karena wanita akan terlelap dalam dekapan pria,karena wanita tahu dari sana dia berasal."

Betapa Allah sgt mnyayangi qt :)


Di Balik Ujian Allah
Sebagai insan, selayaknya manusia takkan pernah lepas dari suatu permasalahan atau bahasa kerennya adalah ujian, ujian kehidupan. Tak ada satupun manusia di dunia ini yang bisa terlepas atau samasekali tak memiliki suatu masalah. Semuanya berangsur-angsur, tahap demi tahap sesuai dengan kemampuan hambaNya. Sering kita merasa bahwa adanya ujian adalah bukti bahwa Allah tak menyayangi kita, tak mengabulkan doa-doa  kita. Padahal di balik ujian itulah, yang justru adalah sebagai bukti bahwa Allah mengingat dan sangat menyayangi kita sebagai hambaNya.
Kita sering mengeluh, “Ya Allah betapa berat ujian ini” padahal Allah sudah berjanji tak akan memberi ujian di luar batas kemampuan hambaNya. ”Allah tidak akan membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupanya” (Q.S Al Baqarah:286). Sudah jelas dalam ayat tersebut bahwa semakin kita menjadi orang yang hebat akan semakin tinggi pula kadar ujian yang akan kita terima. Tapi, dengan janji tersebut masih saja kita mengeluh “Saya lemah ya Allah, saya lelah dengan ujian ini”. Dan Subhanallah, Allah tak akan diam Dia berkata “Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S Ali Imran:139).
Betapa Allah sangat menyayangi hambaNya, tapi keluhan-keluhanlah yang selalu hadir dari setiap bibir manusia. Seolah tak percaya dengan janji Allah tersebut, masih saja mengeluh “Ajari aku untuk menghadapinya ya Allah”. Dan tak jemu pula Allah membalas keluhan-keluhan hambaNya.“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu (lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan, dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu Berjaya (mencapai kemenangan).” (Q.S. Ali Imran:200). “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang,  dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk”. (Q.S Al Baqarah:45). Hebat bukan? Betapa buruknya manusia yang hanya bisa mengeluh dan meminta kepada Allah tapi lalai akan kewajiban-kewajibannya. Setelah yakin dan merasa benar kemudian meminta “Apa yang akan kudapat dari semua ini ya Allah?”. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri, harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka.” (Q.S At Taubah:111).
Subhanallah, luar biasa. Kasih sayang Allah itu ibarat kasih sayang orang tua. Setiap orang tua ketika menegur anaknya pasti memiliki modus tertentu yaitu agar anaknya selalu mengingatnya, agar anaknya patuh dan taat kepadanya, agar anaknya tumbuh menjadi jiwa yang baik, dan agar anaknya menjadi pribadi yang hebat, kuat, dan tegar yang bisa dilihat dan dibanggakan oleh orang tuanya. Begitupula Allah, kasih sayang Allah sangat luar biasa. Allah menegur hambaNya melalui ujian-ujian yang Dia berikan, semakin besar ujian yang diberikanNya akan semakin sayang Dia pada hamba tersebut. Demikian Allah lakukan agar hambaNya selalu megingatNya, agar hambaNya taat dan patuh padaNya, agar hambaNya menjadi pribadi yang baik, yang hebat, kuat, dan tegar. Dan Allah pun ingin meninggikan derajat hamba tersebut di hadapan manusia dan di hadapan Allah, dunia dan akherat. Dengan demikian masihkah kau ragu bahwa Allah tak menyayangimu?